Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

25 April 2019

24

Jokowi Bukan Atlet Tong Setan

Pembangunan tol trans Jawa, tol trans Sumatera, pembangunan di daerah perbatasan Kalimantan - Malaysia, pembangunan bandara di Papua, pembangunan puluhan waduk, pembangunan-pembangunan lain seantero Nusantara, dan kemarin opening ceremony Asian Games 2018 yang wah banget, bikin gue bergumam sendiri di bulan Agustus ini:

Indonesia sudah hebat ya, di ulang tahun 73 ini. Gue bangga.


Sumber: google
Wishnutama berhasil menyuguhkan pertunjukkan kelas internasional di Opening Ceremony Asian Games 2018 kemarin. Semua detail dari awal sampai akhir menurut gue juara. Termasuk bagian Jokowi muncul menggunakan motor Yamaha FZ1.

Namun, gumaman bangga gue itu nggak bertahan lebih dari 24 jam. Sehari setelah opening ceremony Asian Games, ketika di instagram banyak akun yang memposting kemeriahan opening ceremony Asian Games 2018, makhluk-makhluk seperti ini bermunculan :

Asal ngetolol-tololin pemimpin aja lo dasar sedotan pop ice!
Kesel gue. Kemunculan Presiden Jokowi dengan motornya itu bukannya diapresiasi karena susah bikin konsep karya yang kayak gitu apalagi bareng kepala negara, eh malah dinyinyir. Huhu, pengen nampol pakai knalpot rasanya.

Di bagian pembukaan ceremony kemarin, Jokowi muncul dengan motor Yamaha FZ1 dan ada beberapa atraksi menarik dengan motornya itu. Jokowi digambarkan dalam video pembukaan meliuk-liuk di jalanan dan yang paling wow ada adegan terbang dengan motor harga ratusan juta tersebut.

Gue sangat apresiasi banget konsep video Wishnutama yang berani menggandeng Jokowi dengan segala kesibukannya sebagai presiden dan melahirkan video Jokowi mengendarai motor paspampres yang epic ini. Namun, makhluk-makhluk yang ketika bayi minum susu basi kembali bermunculan:
Artis-artis film action penipu dong mba? :(
Terus lo pikir Angling Dharma terbang pakai elang itu bukan tipuan?! T_T
Boleh nampol nggak mas?
YA ITU JELAS BUKAN JOKOWI LAH MBLEGENDES!

Seorang Presiden Republik Indonesia masa harus terbang pakai motor, belak-belok di jalanan buat bikin video. Sedangkan selama ini makanan presiden aja dijaga ada koki khususnya, jalan-jalan ke mall dikawal. Masa iya dibiarin gitu aja naik motor sembarangan di jalanan? Mbok mikir!

Huhu mbanya dulu dikasih ASI nggak sih sama ibunya? :(
Si Dwayne Johnson yang badannya segede itu aja kalau main film action pakai stuntmant. Atau jangan-jangan mereka selama ini mikir kalau Chris Hemsworth di film Thor, Emma Watson di film Harry Potter, itu semua 100% real mereka? Tanpa stuntman di adegan-adegan 'berbahaya'?

BENSIN MANA BENSIN?!!

Kalau memang begitu pemikirannya, cuma ada 2 kemungkinan: sutradara film sukses bikin filmnya 100% nggak ketahuan bagian stuntmannya atau mereka benar-benar bodoh.

Gue juga heran mas. Tos dulu kita samaan!

Yap. Stuntman yang dipakai di adegang motor Jokowi adalah stuntman dari Thailand namanya Saddum. Alasannya apa pakai stuntman dari Thailand gue nggak tau. Gue sudah mencoba googling nyari kenapa pakai stuntman Thailand, belum nemu alasan yang jelasnya.

Nih fotonya Bang Saddum. Sumber: Tribunnews
Indonesia padahal punya free styler motor yang bisa jadi stuntman yang bisa dibilang juga lebih bagus. Sebut aja Wawan Tembong. Dia merupakan free styler motor gitu yang beberapa kali memenangkan kompetisi free style motor yang Saddum disana juga ikutan.

Berpositive thinking, mungkin ada alasan lain yang kita belum tau alasannya apa.

Diluar dari itu semua, gue berharap banget masyarakat Indonesia berpikir jernih. Memang suhu politik Indonesia lagi panas-panasnya, tapi tolong itu jangan sampai bikin otak kira hangus dan akhirnya nggak bisa lagi buat mikir.

Jangan mendadak bodoh hanya karena benci terhadap sesuatu.

Jangan apa-apa disangkutpautkan dengan politik, pencitraan, dan tetek bengeknya. Capek adek bang, itu mulu yang dibahas.

Opening ceremony Asian Games 2018 yang sudah sedemikian rupa hebatnya, ayo kita apresiasi. Nggak gampang lho bikin karya seni sebagus itu. Dalam seni pertunjukan, film, atau yang lain, pasti disana ada hal-hal yang memang harus dilakukan untuk menunjang ke-epic-annya. Ya contohnya Jokowi pakai stuntman itu tadi.

Semoga para pembaca blog gue ini adalah orang-orang yang cerdas. Yang tau mana karya seni dan mana ranah politik. Yang kalau berkomentar nggak sembarangan. Yang selalu memiliki kejernihan hati dan pikiran ketika memandang sesuatu. Ceilehhh.

Dan kalian harus tau,

Jokowi itu presiden, bukan atlet Tong Setan.

Yang bisa dengan lincah mainin motor seenak jidat.

Sumber: http://taulaa.blogspot.com
Kalimat terakhir itu gue baca di twitter. Tweet dari Renne Nesa aka Makmum Masjid. Gue suka kalimatnya.

Sekali lagi gue ucapkan dirgahayu Indonesia yang ke-73. Semoga semakin dewasa menjadi sebuah negara. Opening ceremony Asian Games 2018 kemarin menjadi salah satu bukti bahwa Indonesia bisa kok. Bisa berkarya sehebat itu.

Sekarang waktunya kita sebagai warga negara Indonesia yang baik, dukung semua atlet yang berlaga di Asian Games 2018 dan juga mendoakan saudara kita yang terkena bencana di Lombok sana. Nggak ada waktu buat nyinyir.

Thankyou!

Eh, subcribe channel youtube gue yuk! :)

5 Maret 2016

14

Surat Polos untuk Dewan

Selama sebulan ini, banyak pikiran yang memberontak di kepala gue minta dituangkan ke dalam bentuk tulisan. Namun jari-jemari dan waktu yang gue miliki nggak segampang itu diajak kerjasama. Dari mulai topik perasaan hingga ulang tahun adek tercinta, semuanya gagal gue publikasikan untuk sementara ini. Hingga malam ini, gue bertekad untuk menulis.

Gue rasa malam ini gue harus nulis. Karena beberapa hari terakhir batin gue rasanya diusik. Nurani gue kayak ngomong, "Lu diem aja nih mereka ngeobrak-abrik rumah lu? Menggila di rumah lu? Bisa-bisanya lu sebagai mahasiswa politik tenang gini ada penghianat di dalam rumah lu sendiri.".

Penghianat itu tidak lain tidak bukan adalah Anggota Dewan Terhormat.
Yang diobrak-abrik adalah Indonesia, rumah gue, rumah kalian.
Tempat gue lahir dan besar lagi diobrak-abrik sama wakil gue sendiri. Wakil rakyat.

Bangsat!

Gue nggak tau lagi giaman cara menghormati anggota dewan lagi. Emang sih, nggak semua anggota dewan itu buruk. Tapi DPR itu satu kesatuan. Satu busuk, yang lain bisa tertular.


---

Beberapa waktu yang lalu, para anggota dewan terhormat itu meminta agar dibuatkan paspor khusus, paspor hitam. FYI, paspor hitam adalah paspor khusus yang biasanya digunain untuk kepentingan diplomasi. Pantes nggak para bapak ibu dewan itu punya paspor diplomatik?

Fungsi DPR itu cuma: fungsi legislasi, fungsi anggaran, dan fungsi pengawasan. Itu yang tertera di website resmi DPR RI. Ada nggak sangkut pautnya sama urusan diplomatik?

Hallo??

Buat apa sih sebenernya paspor hitam yang kalian pengen itu?

Ada lagi yang terbaru, kasus mengenai anggota dewan yang menganiaya pembantunya, terduga sebagai pengguna narkoba, dan sering bolos kerja di Senayan. Kurang gila apa itu wakil gue? Wakil rakyat, wakil kita semua. HAHAHA.

Datang hanya saat pelantikan, terima gaji, nggak pernah nampak kerja, absen full. Lo titip absen? Balik kuliah lagi aja kalau gitu.

Anggota dewan yang dipilih adalah orang-orang spesial yang memiliki kemampuan di atas rata-rata kita, rakyat biasa. Tapi bisa-bisanya ada nama seorang anggota dewan terhormat yang nangkring di deretan pelanggan bandar narkoba? GILA. Wakil rakyat model apa lo woy?!!

Satu anggota terindikasi menggunakan narkoba, wajar dong kita khawatir anggota yang lain kena barang haram ini juga. Tapi ketika akan diadakan tes urin, malah beberapa anggota dewan menolak dengan alasan macam-macam. Ngeabisin anggaran negara lah, udah pernah dites lah.

WOY!

Gue, sebagai rakyat biasa, yang punya hak atas anggaran dana itu, lebih ikhlas jika anggaran negara digunain buat tes urin kalian daripada kalian habisin buat jalan-jalan ke luar negeri bareng anak isteri dengan mengatasnamakan urusan negara!

Atau kalian takut ketahuan, jika kalian juga pengguna narkoba?

Dan, kalian ingin melemahkan KPK dengan cara merivisi undang-undang? Tolong. Saat ini gue nggak tau lagi harus menggantungkan keadilan dan kejujuran ke lembaga mana lagi selain KPK. Tolong jangan lemahkan lembaga pemberantas tikus-tikus negara itu hanya karena kepentingan pribadi kalian.

Tolong...

Sumpah gue nggak habis pikir sama beberapa anggota dewan yang otaknya mulai geser itu. Atau bahkan udah nggak punya otak?

Kalian masih punya rasa malu?
Kalian masih punya hati nurani?
Kalian sadar siapa kalian duduk santai di Senayan sana?

Kalian itu wakil rakyat. Kalian itu panutan kami. Kalian itu orang-orang terpilih yang harusnya lebih hebat dari kami.

Indonesia itu rumah. Rakyat seperti gue ini adalah anggota keluarganya, anggota dewan adalah orang tuanya. Tapi kenapa kalian berlaku seolah-olah hanya kalian yang tinggal di rumah ini? Kenapa kalian berlaku seolah-olah kami ini nggak tinggal di rumah ini?

Kenapa kalian egois. Mengunci kami di dalam kamar mandi, sedangkan kalian bersenang-senang di ruang keluarga rumah kita?


*note: berita-berita yang gue baca bersumber dari internet dan beberapa gue dapetin dari dosen di kampus. Gue nggak nyebutin satu nama pun di postingan kali ini. Semoga bukan menjadi masalah. Jika ada yang keberatan sama tulisan gue ini atau ingin diskusi, silakan tinggalkan komentar.

Btw, sekarang jam 1:48. Gue makin nggak bisa tidur mikirin tulisan kali ini. Maaf jika terlalu random karena postingan gue kali ini bener-bener spontan. :D

Teman